Aspek-Aspek Klaster Kerja Sama Kota Internasional

1. Konsep unik klaster kerja sama

1) Klaster kerja sama tidak terbatas pada satu industri saja (seperti profesi hukum) atau satu perusahaan; sebaliknya, klaster ini memungkinkan kolaborasi lintas berbagai industri dan organisasi.

2) Klaster kerja sama merupakan gabungan dari beragam sumber daya, bukan sekadar terbatas pada sumber daya yang dimiliki oleh individu itu sendiri.

2. Model klaster kerja sama menghadirkan paradigma baru dalam hubungan antara individu dan organisasi. Individu tidak lagi bergantung pada organisasi tertentu; sebaliknya, mereka berinteraksi dengan organisasi dengan memandang organisasi tersebut sebagai entitas yang terpisah—sama halnya seperti berinteraksi dengan individu lain. Setiap individu hadir sebagai sumber daya mandiri yang menopang dirinya sendiri melalui pertukaran sumber daya dengan individu atau organisasi lain. Secara teoretis, anggota klaster kerja sama dapat menjalin hubungan dengan jumlah organisasi yang tidak terbatas, sehingga mampu melampaui berbagai batasan yang biasanya membatasi ruang gerak individu.

3. Pertukaran sumber daya mendorong pengembangan jaringan kerja sama kota internasional.

1) Sumber daya adalah hal yang sangat penting, dan individu itu sendiri merupakan sumber daya.

2) Sumber daya harus dimanfaatkan secara efektif; jalinlah interaksi luas dengan orang-orang dari berbagai wilayah agar mereka mengakui nilai diri Anda.

3) Tempat tinggal Anda merupakan sumber daya paling luas yang dapat Anda manfaatkan.

4. Manfaat bergabung dengan jaringan kerja sama kota internasional

1) Memiliki teman di seluruh penjuru dunia;

2) Peluang yang meningkat secara signifikan;

3) Akses terhadap bantuan yang tepat waktu saat krisis serta nilai tambah di masa kesuksesan;

4) Kemampuan untuk masuk dan berkembang pesat di berbagai bidang;

5) Mencapai ranah kebebasan dan peluang tanpa batas di setiap tahapan kehidupan—bagaikan ikan di samudra luas atau burung di langit lepas;

6) Bantuan dalam menghindari bencana regional.

5. Anggota International City Cooperation Group dapat memperoleh penghasilan melalui platform grup tersebut:

1) Pendapatan iklan

      Dengan memanfaatkan jaringan global yang luas dan mengkurasi berbagai sumber daya, anggota dapat menayangkan konten mereka sendiri—seperti video pendek atau NFT—untuk menghasilkan pendapatan dari iklan maupun sumber lainnya.

2) Pendapatan dari layanan dan keagenan

      Penghasilan yang diperoleh dengan melaksanakan tugas-tugas tertentu di kota asal mereka untuk kepentingan klien dari berbagai belahan dunia. Contohnya meliputi menghadiri pameran dagang lokal, melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap organisasi atau individu, mengumpulkan informasi mengenai penawaran lokal yang unik, atau mendampingi pengunjung untuk kegiatan pariwisata dan bisnis.

3) Pendapatan dari penjualan atau keagenan penjualan

      Penghasilan yang diperoleh dari penjualan—atau bertindak sebagai agen penjualan untuk—produk-produk dari seluruh dunia. Hal ini mencakup penjualan produk bersumber global di pasar lokal atau mencari distributor lokal yang tepat untuk menangani penjualan tersebut.

4) Pendapatan yang dihasilkan dari pengenalan produk lokal ke pasar global

     Memperkenalkan produk lokal ke dunia dan selanjutnya membangun jaringan penjualan secara global.

5) Pendapatan dari penyelenggaraan acara atau kegiatan

    Pendapatan yang diperoleh melalui penyelenggaraan bersama berbagai acara atau kegiatan di tingkat lokal, atau dengan mengorganisasi partisipasi lokal dalam acara yang diselenggarakan di berbagai belahan dunia.

6) Pendapatan lainnya

      Pendapatan yang dihasilkan oleh model bisnis baru yang muncul dari gagasan dan perspektif inovatif seiring berkembangnya jaringan kemitraan kota internasional, atau pendapatan dari kategori yang belum teridentifikasi.

6. Model distribusi International City Cooperation Group merupakan pendekatan yang benar-benar baru dalam hal alokasi.

International City Cooperation Group akan menjalankan berbagai kegiatan di berbagai negara, yang mencakup upaya untuk menghasilkan keuntungan maupun kegiatan nirlaba. Saat berpartisipasi dalam kegiatan yang menghasilkan keuntungan (seperti mengakuisisi kepemilikan saham di berbagai perusahaan di seluruh dunia), pendapatan yang diperoleh akan didistribusikan secara langsung kepada anggota grup. Selain itu, setiap donasi yang diberikan tanpa penerima khusus yang telah ditentukan juga akan didistribusikan secara langsung kepada anggota grup.

1) Setiap anggota grup berhak mendapatkan bagian.

Daftar anggota grup yang memenuhi syarat untuk distribusi tertentu ditentukan berdasarkan waktu pelaksanaan kegiatan yang menghasilkan keuntungan tersebut. Sebagai contoh, jika kegiatan yang menghasilkan keuntungan berlangsung pada bulan Mei 2025, pendapatan yang diperoleh International City Cooperation Group dari kegiatan tersebut akan dibagikan secara merata hanya kepada mereka yang telah bergabung dengan grup sebelum bulan Mei 2025. Pendapatan selanjutnya yang diperoleh grup dari kegiatan yang sama (seperti kepemilikan saham di perusahaan yang terus-menerus mencetak laba) setelah tahun 2025 akan didistribusikan dengan cara yang sama.

2) Pendapatan didistribusikan langsung kepada anggota kelompok tanpa melalui perantara

Seluruh pendapatan dibayarkan langsung kepada anggota kelompok yang bersangkutan oleh pihak sumber (seperti perusahaan yang membayar dividen atau donatur yang memberikan kontribusi), dan tidak didistribusikan melalui tim layanan International City Cooperation Group.

3) Besaran distribusi ditentukan berdasarkan partisipasi individu dalam kegiatan kelompok

Mengingat adanya perbedaan latar belakang profesional, minat, ketersediaan waktu, dan tingkat energi, tidaklah memungkinkan bagi setiap anggota kelompok untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan di berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, anggota yang berpartisipasi langsung dalam kegiatan tertentu memiliki hak prioritas atas distribusi pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut dan berhak mendapatkan bagian yang lebih besar.

Ketentuan khusus akan dibahas berdasarkan kasus per kasus, dengan mempertimbangkan perbedaan hukum nasional dan peraturan perpajakan.

7. Mengapa autentikasi diperlukan untuk bergabung dengan International City Cooperation Group?

Saat ini, kita hidup dalam kondisi di mana berbagai jenis entitas—manusia, robot, dan entitas tak dikenal—hidup berdampingan. Tanpa autentikasi, anggota International City Cooperation Group tidak akan mengetahui dengan siapa mereka berinteraksi. Selain itu, keanggotaan membawa serta hak dan tanggung jawab tertentu; jika anggota bukan manusia, hak dan tanggung jawab tersebut tidak dapat ditetapkan secara efektif.

Proses autentikasi melibatkan upaya dari pihak autentikator; pihak yang diautentikasi diwajibkan membayar biaya layanan atas pekerjaan tersebut.

8. Tidak ada biaya keanggotaan untuk bergabung dengan International City Cooperation Group

Kelangsungan hidup dan pengembangan International City Cooperation Group saat ini terutama bergantung pada sponsor dan donasi. Di masa mendatang, kegiatan operasional akan ditopang melalui berbagai cara, seperti kepemilikan saham perusahaan di berbagai negara, penyelenggaraan acara, dan penyediaan layanan periklanan.

9. Berkat dan doa untuk membantu orang-orang di seluruh dunia

Melalui berkat dan doa yang dipanjatkan oleh para anggota di seluruh dunia, International City Cooperation Group berupaya memberikan semangat kepada mereka yang membutuhkan melalui tindakan kasih.